Novel komedi satir yang mengisahkan kehidupan anak-anak pesantren di pinggiran kota, terutama "Bayol", yang sering membuat ulah "kebadungan" ala santri dengan gaya kocak, humor khas, dan perpaduan istilah pesantren serta bahasa gaul, menggambarkan ke-nakal-an yang tetap memiliki sisi religius dan persahabatan erat di tengah keterbatasan,