Novel komedi satir yang mengisahkan kehidupan anak-anak pesantren di pinggiran kota, terutama "Bayol", yang sering membuat ulah "kebadungan" ala santri dengan gaya kocak, humor khas, dan perpaduan istilah pesantren serta bahasa gaul, menggambarkan ke-nakal-an yang tetap memiliki sisi religius dan persahabatan erat di tengah keterbatasan,
Kisah seorang ibu yang luar biasa nyentrik dan penuh kejutan dalam hubungannya dengan anak-anaknya, yang diceritakan melalui sudut pandang anaknya. Kisah ini lebih banyak menyoroti keunikan sang ibu melalui gaya komedi, namun tetap memiliki pesan mendalam tentang pentingnya keluarga, keunikan yang bisa menjadi positif, dan bagaimana cinta bisa bertahan di tengah perbedaan.