uku ini mengajak pembaca untuk mencintai alam sekitar sekaligus menggalang rasa persatuan dan kesatuan antarsesama dalam menjaga kelestarian ekosistem.
Mengisahkan petualangan Mentari, siswi SMA, meneliti kehidupan Suku Anak Dalam di pedalaman Jambi. Buku ini menyoroti keberanian, tekad, dan interaksi sosial, mendobrak stigma terbelakang terhadap suku tersebut.
Novel ini umumnya dikategorikan sebagai bacaan remaja atau fiksi umum yang menonjolkan nilai-nilai karakter, kepemimpinan, dan kecerdasan seorang anak dalam lingkungan sosialnya.
Sejak adanya proyek perkebunan kelapa sawit, kehidupan sebuah kampung yang tadinya tenang dan damai mendadak berubah kacau. hal ini diakibatkan ulah Mancul dan anak buahnya menghasut penduduk desa untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit. Pembukaan lahan ini dilakukan secara serampangan tanpa mempedulikan kelestarian lingkungan serta melanggar hukum adat dan agama setempat