Text
Mundinglaya Dikusumah
Mundinglaya Dikusumah, putra raja Pajajaran yaitu Prabu Siliwangi dan permaisurinya Nyai Padmawati. Sebagai putra raja harusnya Mundinglaya dapat hidup bermewah-mewah, bersenag-senang, menikmati kehidupan duniawi. Tetapi kisah hidupnya penuh liku dan onak duri, mengandung filosofi dalam tentang hidup. Dalam usia yang amat muda Mundinglaya harus hidup terpisah dari ayah dan ibunya, karena diangkat anak oleh kakak tirinya, Guru Gantangan, yang menjadi Raja Pajajaran menggantikan ayahnya, Prabu Silliwangi. Dari kakak tirinya itu Mundinglaya belajar banyak tentang ilmu beladiri dan tenaga dalam. Kakak tirinya memenjarakan Mundinglaya tanpa pengadilan. Dalam penjara, Mundinglaya tidak menangisi nasibnya, ia mengisi waktu dengan mengolah ilmu yang telah dipelajarinya serta bermeditasi mendekatkan diri pada Sang Kuasa. Dengan kesabaran pula ia akhirnya bebas dan menemukan cinta sejati, Dewi Asri yang telah dijodohkan sejak sebelum lahir. Bersama istrinya yang juga pintar beladiri Mundinglaya memimpin negara baru, Gunung Putri, setelah berhasil menyelesaikan tugas penting dari ayahandanya, berupa mencari layang-layang kencana.
Tidak tersedia versi lain