Haseki Sultan | Perpustakaan Nailul Hikam MAN 1 Gunungkidul

Text

Haseki Sultan

Zhaenal Fanani

“Aku tahu bagaimana menghadapi kehidupan di dalam harem. Aku menyadari semuanya. Tapi, aku tidak bisa terima jika ada wanita lain yang menjauhkan aku dari Sultan. Aku haseki sultan. Putraku adalah putra mahkota."

***

Sejak awal, harem telah meramaikan pesta peradaban manusia. Harem menjadi simbol kedigdayaan kaum lelaki. Istana Harem dibangun sebagai wadah, pajangan para wanita cantik, sekaligus tempat menyemai para pewaris.

Di salah satu sudut Istana Topkapi, di area yang selalu dipenuhi semerbak aroma wangi, Istana Harem mengumpulkan ratusan gadis-gadis cantik. Mereka menunggu kesempatan untuk hadir di peraduan sultan.

Berasal dari Rohatyn, Roxelana menginjakkan kakinya di Istana Topkapi. Ia membawa serta mimpinya untuk dipersembahkan kepada sang sultan. Mimpi yang akan meletakkan dirinya dalam sejarah Kekaisaran Ottoman.

Namun, dunia harem adalah dunia persaingan. Maka tak heran, harem tumbuh menjadi area remang-remang yang penuh intrik dan persekongkolan. Di balik hilir mudik tubuh-tubuh sensual, mengalir gelombang pergulatan yang bahkan lebih dahsyat dibanding ombak Selat Bosporus.

Ketersediaan

#
Perpustakaan Nailul Hikam (Rak 800 Kesusastraan) 813 Zha h
4.416.1
Tersedia
#
Perpustakaan Nailul Hikam (Rak 800 Kesusastraan) 813 Zha h
4.416.2
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
813 Zha h
Penerbit
Yogyakarta : Diva Press.,
Deskripsi Fisik
480 halaman; 20x14 centimeter
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-296-036-2
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan ke-1
Subjek
novel
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas

Tidak Ada Data