Novel ini kental dengan gaya "teror mental" khas Putu Wijaya, di mana realitas sehari-hari dibenturkan dengan kejadian-kejadian aneh (absurd) untuk memaksa pembaca merenungkan kembali arti kebebasan yang sesungguhnya. Kemerdekaan dalam buku ini digambarkan bukan sebagai hadiah akhir yang manis, melainkan sebagai sebuah perjuangan terus-menerus yang melelahkan
Ketersediaan
#
Perpustakaan Nailul Hikam (Rak 800 Kesusastraan)
813 Put m
522
Tersedia
#
Perpustakaan Nailul Hikam (Rak 800 Kesusastraan)
813 Put m
522.2
Tersedia
#
Perpustakaan Nailul Hikam (Rak 800 Kesusastraan)
813 Put m
2.965
Tersedia
#
Perpustakaan Nailul Hikam (Rak 800 Kesusastraan)
813 Put m